- Masa penggunaan
- Sistem pembayaran dan interest yang dibebankan
- Kapasitas penggunaan
- Nilai akhir peralatan, yang masih dapat dimanfaatkan
Dalam prakteknya, baik pada skala MIKRO, maupun pada skala BIDANG USAHA, perhitungan dapat terperincikan berdasarkan kapasitas yang diperlukan, sehingga dalam menerapkan hasil kalkulasi terhadap harga jual hasil produksi yang di kerjakan, dapat sebanding dan sesuai dengan harga pasar, serta dapat memberikan keuntungan karena proses pengerjaan atau pembuatan.
| KETERANGAN | SIMBOL | SATUAN |
| Nilai Peralatan | Np | Rp. |
| Masa Penggunaan | Mp | Tahun / bulan |
| Interest ( kredit / leasing ) | I k atau I l | % |
| Interest Depresiasi | I dp | % |
| Instalasi cost | Inc | Rp. |
| Maintenance cost | Mtc | Rp. |
| Delivery cost | Dc | Rp. |
| Nilai Akhir | Na | Rp. |
| Masa Penyusutan ( n ) | nilai ke -1 sampai ke-n | - |
| Nilai Penyusutan | N dp | Rp. |
| Biaya Penggunaan | M c | Rp. / Jam |
| Peralatan tambahan | Nt | Rp. |
Nilai Investasi (Ni)
- Ni : sejumlah Nilai Investasi yang dikeluarkan
- I dp : adalah Interest Depresiasi / penyusutan (diperhitungkan pada kisaran 12% per tahun / sesuai ketentuan )
- n : Nilai periode penyusutan (jumlah bulan penyusutan pada tiap tahun dikalikan jumlah tahun Masa Penggunaan)
- Na : Nilai sisa (Akhir Nilai ) ekonomis peralatan / sarana / investasi , diperhitungkan sebesar 20% dari nilai investasi , dengan perhitungan akhir yang dikalkulasikan ke awal investasi karena interest penyusutan (I dp) ;
Ni = ( Np + Inc + Dc + …… ) Rp. |
Maka Nilai Akhir ( Na ) , yang diperhitungkan pengurangannya pada awal investasi, adalah :
Na = ( 20% x Ni ) x ( 1 + I dp ) –n Rp. |
Ni dp = Ni – Na Rp. |
Dan Nilai Penyusutan/depresiasi (N dp) dengan perhitungan Interest Depresiasi (I dp) untuk setiap periode ( setiap bulannya ) , adalah :
( I dp : 12 ) X ( 1 + ( I dp : 12 )) n
N dp = Ni dp x ---------------------------- Rp.
( 1 – ( I dp : 12 )) n
|
Atau dapat pula diperhitungkan berdasarkan pemakaian pada setiap jam penggunaan , dengan ketentuan tersebut diatas di bagi dengan jumlah jam pemakaian pada tiap bulannya (berdasar jam kerja / jam produktifnya penggunaan peralatan), sehingga berkaitan dengan biaya-biaya lain yang dipergunakan dengan rincian tiap jamnya ( pemakaian daya listrik, penggunaan area kerja, tambahan perlatan pendukung , dan sebagainya), sehingga penggunaan Peralatan Kerja / Usaha , dapat diperinci secara lebih tepat dalam tiap jam pemakaiannya.
Contoh sederhana dalam skala MICRO
Masa Penggunaan mesin pompa air diperkirakan untuk jangka 5 tahun saja. Biaya pemasangan pompa dan pipa berkisar sebesar Rp.800.000,- , biaya perawatan berkala dan perbaikan untuk jangka waktu 5 tahun tersebut, diperkirakan sebesar 10% dari harga pembelian, karena masih terdapat garansi service untuk masa 1 tahun. Sedangkan biaya tambahan yang diperlukan adalah penggunaan daya listrik pompa sebesar 0.5 KW, dan waktu penggunaan rata-rata pada tiap harinya, berkisar 5 jam saja.
Np = Rp. 2.640.000,-
(Mp) Masa penggunaan = 5 tahun , maka ( n ) = 12 bulan x 5 = 60 , jadi ( n ) adalah nilai kisaran dari 1 hingga 60, atau Masa Penyusutan / Depresiasi yang akan berlangsung dan diperhitungkan untuk jangka penggunaan selama = 60 bulan.
Sehingga Nilai Investasi ( Ni ), adalah sebesar :
Ni = Rp. 2.640.000,- + Rp. 800.000,- + Rp. 264.000,-
= Rp. 3.704.000,-
Dan Nilai Akhir (Na) investasi, yang diperhitungkan adalah sebesar :
Na = ( 20% x Rp. 3.704.000,- ) x ( 1 + (12% : 12) ) - 60
= Rp. 740.800,- x 0.55045
= Rp. 407.773,-
Nilai Penyusutan/Depresiasi terhitung (Ni dp), sebesar :
Ni dp = Rp. 3.704.000,- - Rp. 334.627,-
= Rp. 3.329.227,-
Dan Nilai Penyusutan/Depresiasi (N dp) pada tiap bulannya (untuk bulan ke-1 n = 1, untuk bulan ke-2, n = 2 dan seterusnya ) , adalah sebesar :
pada bulan ke – 1 , n = 1
pada bulan ke – 20 , n = 20
Dengan demikian, secara terperinci, untuk kalkulasi depresiasi penggunaan peralatan tersebut pada setiap jamnya dapat diperhitungkan berdasar waktu pemakaian per hari 5 jam, atau rata-rata perbulan = 5 jam x 30 hari = 150 jam , sehingga :
pada bulan ke – 1 , n = 1
N dp – 1 = Rp. 33.965,- / 150 jam
Dengan penggunaan space area 0.5 M2 ( lihat - Sub Tempat Usaha ), maka , penggunaan area terhitung ( NR ) :
Sehingga biaya pemakaian peralatan per jam penggunaan pada bulan 1, dapat terhitung sebesar :
Nilai kumulatif ini akan berubah sesuai dengan hasil kalkulasi pada tiap bulannya, berdasarkan Nilai Penyusutan / Depresiasi (N dp)pada tiap bulannya, juga perubahan tarif penggunaan daya atau kebutuhan lain yang diperlukan pada tiap bulannya .
Contoh sederhana dalam skala BIDANG USAHA :
Suatu perusahaan akan memasang suatu mesin perkakas pengerjaan logam ( mesin MILLING ), untuk pengerjaan besi / baja hingga kapasitas blok 400 x 600 x 400 mm. Mesin mempunyai berat 4 ton, dengan kapasitas motor 6 KWH. Space area yang diperlukan dalam operasionalnya adalah sebesar 3 x 3 M2 , atau seluas 9 M2. Harga transaksi mesin adalah sebesar Rp. 90 juta, dengan PPN 10%, harga total menjadi Rp. 99 juta, sudah termasuk ongkos kirim.
Biaya pemasangan mesin termasuk pemasangan listrik dan pembuatan panel terminal berkisar Rp. 9,9 juta, kemudian untuk service dan garansi maintenance kontrak selama 10 tahun, dibebankan biaya sebesar 10%, atau sebesar Rp. 9,9 juta. Dan kelengkapan mesin, telah dibeli pula dengan biaya sebesar Rp. 15 juta, sudah termasuk PPN. Dan keseluruhan peralatan, diperhitungkan untuk jangka pemakaian selama 10 tahun, dengan nilai akhir peralatan setelah masa penggunaan diperhitungkan sebesar 20% dari total nilai investasi .
Jam penggunaan mesin disesuaikan dengan jam kerja produktif perhari 12 jam (8 jam kerja normal hari Senin sampai hari Jum’at 4 jam lembur, 5 jam kerja normal hari Sabtu, 3 jam lembur), 6 hari per minggu, atau 25 hari kerja per bulan.
Np = Rp. 99.000.000,-
(Mp) Masa penggunaan = 10 tahun , maka ( n ) = 12 bulan x 10 = 120 , jadi ( n ) adalah nilai kisaran dari 1 hingga 120, atau Masa Penyusutan/Depresiasi yang akan berlangsung dan diperhitungkan untuk jangka penggunaan selama = 120 bulan.
Daya listrik (pw) = 0.5 KW , biaya per KWh = Rp. 1.300,-
Nilai Investasi ( Ni ), terhitung adalah sebesar :
Dan Nilai Akhir (Na) investasi, yang diperhitungkan pada awal investasi adalah sebesar :
Nilai Penyusutan/Depresiasi terhitung (Ni dp), sebesar :
Dan Nilai Penyusutan/Depresiasi (N dp) pada tiap bulannya (untuk bulan ke-1 n = 1, untuk bulan ke-2, n = 2 dan seterusnya ) , adalah sebesar :
pada bulan ke – 1 , n = 1
pada bulan ke – 20 , n = 20
= Rp. 128.339.824,- x 0.0149185
Dengan demikian, secara terperinci, untuk kalkulasi depresiasi penggunaan peralatan tersebut pada setiap jamnya dapat diperhitungkan berdasar waktu pemakaian per hari 7,5 jam, atau rata-rata perbulan = 7,5 jam x 25 hari = 187,5 jam , sehingga :
pada bulan ke – 1 , n = 1
N dp – 1 = Rp. 1.283.311,- : 187,5 jam
Dengan biaya tambahan daya listrik ,
Dengan penggunaan space area 9 M2 ( lihat - Sub Tempat Usaha ), biaya pemakaian lahan ( area produksi ) = 56,42 / M2 / jam produksi .
Sehingga biaya pemakaian peralatan per jam penggunaan pada bulan 1, dapat terhitung sebesar :
= Rp. 6.844,- + Rp. 7.800,- + Rp. 507.8,-
Nilai kumulatif ini akan berubah sesuai dengan hasil kalkulasi pada tiap bulannya, berdasarkan Nilai Penyusutan / Depresiasi (N dp)pada tiap bulannya, juga perubahan tarif penggunaan daya atau kebutuhan lain yang diperlukan pada tiap bulannya .
Pada beberapa peralatan yang secara fungsional tidak mempergunakan space area, tetapi memiliki nilai investasi yang tinggi, secara umum dapat diperhitungkan terpisah ataupun terintegrasi bersama dengan peralatan penunjang yang secara fungsional dipergunakan pada saat bersamaan. Sebagai contoh adalah investasi Sofware atau aplikasi pada komputer. Peralatan komputer , dengan meja kerja, masih terhitung mempergunakan space . Jadi unit komputer secara terpisah dapat dikalkulasikan.
Karena secara prinsip pengadaan software tersebut berkaitan dengan users ( pekerja yang mempergunakannya ), serta adanya pelatihan khusus atau ketrampilan khusus yang diperlukan, maka tidak hanya sekedar investasi peralatan saja, tetapi mewujudkan sumber daya yang mampu adalah merupakan investasi yang dapat meng-upgarde kapasitas atau pun produktifitas yang diperlukan. Demikian pula dengan kondisi mesin, ataupun peralatan khusus yang lainnya.
Sehingga dalam hal kalkulasi penggunaanya, pada sumber daya manusia serta tingkat pengerjaan atau operasionalnya, secara terpisah dapat merupakan nilai lebih yang dapat memberikan keuntungan dalam usaha.
Demikian sekilas , uraian yang dapat dipergunakan dalam kalkulasi penggunaan PERALATAN USAHA, baik untuk skala MICRO ataupun dalam skala BIDANG USAHA. Semoga dapat dengan mudah dipelajari dan bermanfaat dalam penerapan usaha selanjutnya.